Colapse/Kolaps

Ini adalah hari ketiga setelah saya menulis artikel ini. Dan bisa dibilang ini adalah kelanjutan dari cerita tersebut.

Jadi, partner gue di Angkringan saat ini colapse (dalam artian bisnisnya hancur tapi belum deklarasi kebangkrutan). Gue, sebagai investor juga kena imbasnya karena uang gue ngga muter disana. Tapi inilah bisnis, kita ga tau apa yang akan terjadi di masa depan, tapi minimal kita udah menyeleksi kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan mencari solusi dari masalah terburuk itu. Yang baik dari posisi gue sebagai investor adalah karena kita emang temenen, gue dan mas Miko (pemilik angkringan) dari awal status gue sebagai pelanggan, kemudian pelanggan tetap, tenaga kerja tambahan dikala rame, hingga jadi investor. Kita selalu memiliki komunikasi yang baik antara satu dengan lainnya. Bahkan walaupun kita temenan, kita menggunakan hitam di atas putih untuk melakukan yang namanya uang. Jadinya, diantara kita satu sama lain, dengan perjanjian yang udah dibahas dan disepakati, uang yang gue investasiin di Angkringan balik full 100%.

Tapi disini problem selanjutnya, problem dia yang lebih rumit. Gue ga berani cerita full karena ini bukan bisnis gue, tapi gue cuman bisa ngejelasin sedikit hal buat kalian yang ngebaca ini karena mau paham tentang bisnis yang ada di “oknum” negara kita. Okay.

Jangan Pernah Tidak Melakukan Kontrak Hitam Diatas Putih. INI POINT PALING PENTING

Kita Sebagai orang yang bekerja sama dengan orang lain, karena yang kita lagi bahas ini adalah uang. Tolong selalu buat perjanjian dengan menggunakan materai, Apapun itu. Mungkin ini terlihat remeh untuk bisnis yang skalanya kecil, but seriously, it is not. Gue ketika ngedengerin ceritanya kemaren udah paham kalau sebenarnya, sepercaya apapun kamu sama orang itu, pasti bakalan dikhianatin suatu saat. Dan masalah utama dari kita saat ini adalah tempat makan yang bisa gue buat nongkrong dari pagi sampe malam ini di gusur oleh si A dan si B karena sebuah hal, yaitu persaingan bisnis.

Persaingan bisnis ini emang kejam gue liat, khususnya di Indonesia yang dimana persaingan bisnis ini bisa terjadi pula yang namanya pertumpahan darah. Tapi buat gue apa yang dilakuin sama “oknum” ini sebenernya bisa jadi pedang mata dua buat dia sendiri.

Kenapa?

Karena orang bisa mencuri ide, resep, pelanggan, serta tempat kita. Tapi mereka belum tentu bisa mengambil eksekusi yang kita kerjain.

Okelah kalau misalkan tempat kita diambil, resep diambil, ide diambil, pelanggan diambil. Tapi, belum tentu dia bisa ngebuat sesuatu yang lebih wah dari apa yang udah kita kerjian. That’s what I’m said to Mas Miko to cheer him up a bit.

Oh iya, dengan kondisi yang sekarang dimana lagi puasa, kondisi tempat gue yang kecil dan mahasiswa mulai libur. Kami juga menutup warung yang ada di selokan mataram. Dalam kategori gue, angkringan gue fail, dan ga jalan. But anyway, that’s how business works. Kalau ga gagal ga bakalan sukses. Kita boleh gagal berkali-kali, tapi kita cuman butuh 1 kali kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *