Holiday. A freakin holiday.

Libur telah tiba
Libur telah tiba
Hore
Hore
Hore

What a memories song lol.

Akhirnya telah memasuki tahap liburan. 1 tahun di awal perkuliahan ini gw mencoba untuk belajar sekaligus bermain (Dota pastinya). Pratically, menyenangkan, sangat-sangat menyenangkan. Tapi secara teknis, itu bener-bener ngurangin waktu gw sebagai manusia. Hahaha.

Oh iya, sebenernya ada beberapa kejadian yang waktu itu gw pengen tulis. Tapi kayanya untuk saat ini masih belum pantas untuk dibaca sama kalian (Wahai kalian bot, just shut the fuck up man). So, for now, I might skip for it.

Dan, meskipun begitu. Liburan cuman kiasan pengganti hari-hari pada umumnya, karena gw tetep balik kerja, balik mikir. Bukan kaya liburan waktu kita masih SD, main game seharian sampe malam dsb. Lelah jadi orang tua. (Orang ini telah memasuki kepala dua)

Anyway, berhubung angkringan gw udah gak jalan. Kali ini gw mau coba untuk hal lain. Ada dua hal yang mau gw coba, ternak ayam sama jualan mainan. Dua bidang yang ga pernah gw masukin sebelumnya.

Setelah itu apa lagi yak…

Oh iya, now I love someone.
Someone that I can’t love at this moment.
Perhaps I could be with her one day.
Throughout the day, week, month, and time.
You know me right? A typical boring guy who just playing games and browse 9gag as a supply to fulfill his dark humor.

Mungkin itu dulu kali ini. Heheh.

Colapse/Kolaps

Ini adalah hari ketiga setelah saya menulis artikel ini. Dan bisa dibilang ini adalah kelanjutan dari cerita tersebut.

Jadi, partner gue di Angkringan saat ini colapse (dalam artian bisnisnya hancur tapi belum deklarasi kebangkrutan). Gue, sebagai investor juga kena imbasnya karena uang gue ngga muter disana. Tapi inilah bisnis, kita ga tau apa yang akan terjadi di masa depan, tapi minimal kita udah menyeleksi kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan mencari solusi dari masalah terburuk itu. Yang baik dari posisi gue sebagai investor adalah karena kita emang temenen, gue dan mas Miko (pemilik angkringan) dari awal status gue sebagai pelanggan, kemudian pelanggan tetap, tenaga kerja tambahan dikala rame, hingga jadi investor. Kita selalu memiliki komunikasi yang baik antara satu dengan lainnya. Bahkan walaupun kita temenan, kita menggunakan hitam di atas putih untuk melakukan yang namanya uang. Jadinya, diantara kita satu sama lain, dengan perjanjian yang udah dibahas dan disepakati, uang yang gue investasiin di Angkringan balik full 100%.

Tapi disini problem selanjutnya, problem dia yang lebih rumit. Gue ga berani cerita full karena ini bukan bisnis gue, tapi gue cuman bisa ngejelasin sedikit hal buat kalian yang ngebaca ini karena mau paham tentang bisnis yang ada di “oknum” negara kita. Okay.

Jangan Pernah Tidak Melakukan Kontrak Hitam Diatas Putih. INI POINT PALING PENTING

Kita Sebagai orang yang bekerja sama dengan orang lain, karena yang kita lagi bahas ini adalah uang. Tolong selalu buat perjanjian dengan menggunakan materai, Apapun itu. Mungkin ini terlihat remeh untuk bisnis yang skalanya kecil, but seriously, it is not. Gue ketika ngedengerin ceritanya kemaren udah paham kalau sebenarnya, sepercaya apapun kamu sama orang itu, pasti bakalan dikhianatin suatu saat. Dan masalah utama dari kita saat ini adalah tempat makan yang bisa gue buat nongkrong dari pagi sampe malam ini di gusur oleh si A dan si B karena sebuah hal, yaitu persaingan bisnis.

Persaingan bisnis ini emang kejam gue liat, khususnya di Indonesia yang dimana persaingan bisnis ini bisa terjadi pula yang namanya pertumpahan darah. Tapi buat gue apa yang dilakuin sama “oknum” ini sebenernya bisa jadi pedang mata dua buat dia sendiri.

Kenapa?

Karena orang bisa mencuri ide, resep, pelanggan, serta tempat kita. Tapi mereka belum tentu bisa mengambil eksekusi yang kita kerjain.

Okelah kalau misalkan tempat kita diambil, resep diambil, ide diambil, pelanggan diambil. Tapi, belum tentu dia bisa ngebuat sesuatu yang lebih wah dari apa yang udah kita kerjian. That’s what I’m said to Mas Miko to cheer him up a bit.

Oh iya, dengan kondisi yang sekarang dimana lagi puasa, kondisi tempat gue yang kecil dan mahasiswa mulai libur. Kami juga menutup warung yang ada di selokan mataram. Dalam kategori gue, angkringan gue fail, dan ga jalan. But anyway, that’s how business works. Kalau ga gagal ga bakalan sukses. Kita boleh gagal berkali-kali, tapi kita cuman butuh 1 kali kesuksesan.

Survival kit

Hei, apa kabar bot yang selalu mengunjungi website saya?

Apa kabar juga buat temen-temen SMA yang masih ngebuka website ini?

There’s no other place that I could share of.

Hidup ini sulit, seriously it is too fucking hard tho. Tapi sebenernya simple, hal itu selalu yang dibilangin sama tante gue yang di Amerika ketika gue masih tinggal disana. Kita orang yang sudah dari awalnya terlalu malas dan terlena karena keadaan disekitar kita. Ngeasa temen-temen selalu ngebantu padahal belum tentu mereka mau bantuin elu jam 2 pagi ketika motorlu lagi mogok dijalan. Atau mungkin karena kekayaan orang tua yang selalu kita anggap unlimited, padahal paling kaya se-kota aja belum tentu.

I’m trying to do this alone. Survival. Banyak hal yang udah gue cobain untuk ngedapatin selembar kertas yang dipuja sama pejabat negeri ini. Luckily, semester kemaren beasiswa gue cair dan kini gue mencoba untuk membuka sebuah warung makan yang biasa disebut dengan angkringan. Sebenernya bukan dari gue langsung sih, ini gue parnership sama yang punya Angkringan Goebok derita, jadi kita profit share 70-30%. Nah karena gue yang ga ada basic skill di tempat makan, gue serahin full ke dia dan gue cuman modal uang. Tapi ngejalan itu sebagai passive investor gue kadang sakit kepala juga. Gini, gue ga mau investasi hilang, jadi kita semua baik dari investor sama pihak tempat makan harus bersinergi untuk mencari pelanggan. Problem gue adalah ga ada kendaraan (untuk saat ini), hal yang gue bisa adalah ngajak temen-temen gue kesana buat makan. Tapi sebagai pemilik usaha, kita harus rakus. Yak, rakus dalam artian pendapatan ga boleh stagnan di satu angka. Bulan 1 tidak boleh rendah dari bulan 2 dan seterusnya. Tapi semuanya ga berjalan normal. Kadang ada problem di karyawan, dan kadang ada problem di pelanggan. Anyway, itu suka duka jadi pebisnis.

Selanjutnya yang gue coba adalah investasi. Yak, investasi di bursa efek indonesia. Tempat dimana semua pialang dan broker ngumpul ngebeli sebuah kertas digital yang punya harga. Gue udah ada dasar disini sejak tinggal di Amerika beberapa tahun silam dan gue ngerasa ilmu itu udah cukup, karena gue belajar banyak banget masalah sebab akitbat kenapa harga sebuah saham bisa naik dan turun. Tapi, jujur, baru kali ini di Indonesia nerapin teknik yang beda, yaitu fundamental. Gue musti belajar dari awal lagi karena di Amerika ga make yang kaya begitu. Mereka nentuin berdasarkan berita, dan Indonesia nentuin berdasarkan bisa dibilang angka yang keluar dari komputer. Beberapa bulan ini gue ngalamin kerugian, udah tembus angka dimana gue bisa bayar beberapa kelas mata kuliah. Tapi, bagusnya adalah gue kini udah mulai ngedapatin saham bagus dan mulai ngerti sistem gimana supaya kita bisa dapat profit daripada loss.

Tapi juga gue sebelumnya nyobain investasi, gue udah ngebuat tim produksi. Tim produksi ini bukan semacam EO atau video maker pada umumnya. Tapi kita lebih ke arah game, karena pada dasarnya kita semua yang ada disini suka main game dan kita mau buat game versi kita sendiri. Tapi, game ini udah banyak banget, berhubung kita ga bakalan bisa bersain di segi grafik dan storyline. Jadi, kita berusaha untuk menjadi pemain serta pengembang di bagian Augmented Reality. Menurut gue kita tim yang solid 2D artist gue udah professional, 2 programmer gue udah masuk ke professional, ada satu temen gue yang bisa buat musik, dan gue sebagai 3D artist. Oh ya, satu lagi, kita punya dosen pembimbing, sebenernya bukan dosen pembimbing pada umumnya, cuman gue aja yang manggil dia dosen pembimbing. Karena pada dasarnya dia emang dosen pembimbing. Tapi, hal lucunya adalah bisa dibilang kami semester 2 yang paling sering keluar masuk ruang Unit Pelayanan Terpadu gara-gara kerjasama sama dosen itu terus. Yang gue heran adalah kenapa proyek kita ga pernah tembus. Udah jalan satu tahun padahal! WTF?! Tapi ga masalah, gue ga stop disini. Pasti suatu saat nanti bakalan ada proyek yang tembus. Huehuehuehue…

Terakhir, last not but least, gue nge-freelance. Remeh? Iya, gue baru aja masuk ke dunia freelance ketika gue dihantem sama kenyataan hidup waktu ngeliat acara keluarga pas di Bekasi awal bulan Mei ini. Hal itu ngubah gue untuk mikir bahwa kalau lu ngga jalan, kapan lagi? Semua yang gue kerjain dari awal kaga pernah berkerja semulus yang gue inginkan, dan umur gue semakin bertambah. Tapi, gokilnya, dengan gue ngefreelance, saat ini gue udah bisa dibilang partner untuk ngerjain. Well, gue ga bisa bilang dia karyawan atau siapa, karena secara legal kita bukan perusahaan. Tapi, satu orang ini bakalan gue didik yang bener di level gue, atau mungkin diatas gue. Dan ketika dia udah diatas gue. Itu tandanya gue sukses. :)

 

Mungkin ini karena kekuatan yang disebut dengan “semangat untuk bertahan hidup”. Kadang alasan untuk menjadi kuat muncul dimana-mana. Tapi ada satu alasan kenapa gue mau kaya gini.

 

Kamu.

 

Yak, kamu yang entah siapa, dimana, dan dimasa depan. I don’t like to see you in a suffer. Thus, let me work and enjoy your life.